Lombok - Surabaya trip part 1
Surabaya Lombok Trip 25 – 1 Juni 2013
Jadi saya dan 4 teman jalan-jalan ke
Lombok dengan mampir dulu sebentar di Surabaya. Karena banyak yang tanya sana
sini gimana itinarynya, budgetnya berapa dan lainnya lainnya, maka saya akan jawab
disini semua-muanya sekomplit-komplitnya. Semoga komplit. Hehe
Chapter 1
Preparation
Beberapa bulan sebelum keberangkatan awalnya saya ga ada
rencana sama sekali buat ke Lombok tapi pada suatu hari sobat saya Ghea(ghe lo
cepetan bikin blog traveler) menghubungi
saya dan bilang ada tiket murah ke Lombok tapi dari Surabaya dengan pesawat
anak perusahaan Garuda, Citilink. Dia bilang untuk hari itu juga ngabarin dan
transfer. Setelah memberi proposal perizinan pada kedua orangtua dan di acc
dengan janji menggunakan uang sendiri sepenuhnya serta berhati-hati dan tidak
melakukan hal macam-macam (wink). Juga menyiapkan keuangan dengan ditalangin
dulu sama temen. Akhirnya belilah tuh tiket pesawat. Ghea juga ngabarin saya
kalau ada 3 orang yang fix ikut selain saya. Ghea, Ebi dan Hendra.
Karena lain satu hal pada tanggal keberangkatan kita, Hendra
batal pergi karena pada saat kita berangkat dia ada UAS. Saya, Ghea dan Ebi
dihadapkan pada situasi bingung karena kita berharapnya minimal 4 orang ikut,
mengingat dari googling sana sini semakin banyak orang yang pergi semakin murah
patungannya. Lalu tibalah kabar bahagia bahwa sobat sekelas kita yang lain bisa
ikut yaitu Wina. Hendra juga uda menghibahkan tiket pesawatnya, jadi Wina
tinggal ganti nama dengan biaya 200rb satu tiket keberangkatan. Jadi pp 400rb
untuk ganti nama. Fyi, Citilink bisa ganti nama, ganti jadwal berangkat dan
kita dapat free baggage 20kg J
Buat biaya selain ganti nama, coba buka websitenya aja www.citilink.co.id
Untuk tiket pesawat Surabaya-Lombok promo total harga tiket pulang pergi 475000 (belum termasuk airport service and tax). Kita beli tiket pesawat berangkat tanggal 26 Mei 2013 jam stgh3 sore nyampe jam 5sorean (perjalanan di langit Cuma sekitar 50menit tapi di Lombok kita masuk Waktu Indonesia Tengah jadi lebih lambat satu jam). Tiket pulang tanggal 30 jam 6 sore nyampe Surabaya jam 6 sore juga (recommended flight). Airport service and tax bandara Internasional Juanda domestik 40.000, dan untuk bandara internasional Lombok Praya 25.000.
Tiket pesawat beres.
Untuk tiket kereta kita berempat sempet bingung karena tiket kereta ekonomi yang asalnya Cuma 38.000 aja naik jadi 120.000 karena katanya sekarang kereta ekonominya pake ac. Naiknya ga kira-kira meeen, kita jadi mikir-mikir lagi beli ekonomi atau engga karena perjalanan kita panjang dan kursinya masih tetep keras, berhenti di setiap stasiun(alhasil bakal lebih lama perjalanannya), Cuma plus ac doang. Sebelum beli tiket kereta kita juga masih ngusahain buat hunting tiket pesawat promo Bandung-Surabaya. Setelah menunggu, mencari dan begadang buat free seat yang ternyata harganya sekarang ga sesuai ekspetasi. Lalu tetiba terlihat di timeline ada promo tiket kereta beli 4 bayar 3. Jadi kalau kita beli 4 tiket kereta tujuan mana aja kita Cuma perlu bayar untuk 3 tiket saja. Akhirnya di awal bulan Mei belilah kita tiket kereta bisnis yang asalnya harganya 210.000 jadi Cuma 158.000. yuhuuuu, murah kaan. Fyi, kereta bisnis kursinya empuk, acnya dingin, ga ada yang ngeroko, ga berhenti di setiap stasiun dan ga ada pedagang asongan yang masuk berikut keretanya malem, jadi kita bisa tidur semaleman di kereta. Kita beli tiket kereta Bdg-Sby tgl 25 Mei sore nyampe tanggal 26 jam 6 pagi dan Sby-Bdg tgl 31 Mei sore nyampe jam 7 pagi tgl 1 Juni.
Tiket kereta beres
Di chapter ini selain tiket yang harus disiapkan persiapkan juga list barang wajib yang saya recommended buat bawa:
1. Uang, kartu identitas dan kartu atm takut disana duit abis kamu bisa minta transfer. Atm di Mataram semua bank ada tapi kalau daerah-daerah pantai mungkin agak susah. Kecuali Gili Trawangan, di gili Trawangan saya liat atm BNI sama Mandiri saya pakai BCA dan saya ga liat ada atm BCA. Tapi ada atm bersama kok.
2. Baju dan underwear, apalagi yang hobi nyebur dan berenang kaya saya, bawalah underwear minimal sesuai sm hari kamu pergi. Sebenarnya nanti bisa nyuci dan dijemur di homestay tapi menurut pengalaman saya ga akan keburu karena mobilitas kita di Lombok cepat. (cepat pindah-pindah tempat). Tips pakai baju yang gampang kering untuk berenang.
3. Handuk, peralatan mandi, obat-obatan pribadi uda barang wajib dibawa kalau kamu mau pergi kemana-mana kan?
4. Jaket, kaos kaki, kain pantai 2. Ini peralatan buat kamu tidur di kereta, keretanya dingin, saya aja pake kaos kaki dan jaket biar bisa tidur nyenyak sama bereselimutkan kain pantai. Kain pantai kenapa harus bawa 2, karena yang satu jadi selimut yang satu lagi jadi alas buat dipantai ntar. Kalau uda di Gili Trawangan kamu pasti pengen Cuma tidur-tiduran pinggir pantai sambil liat pemandangan atau liat awan. Sebenernya di kereta ada penyewaan selimut harganya 5000 kalau ga salah, bantal juga ada harganya 5000.
5. Buku, gameboy/psp, kartu. Ini alat entertain kamu di kereta, dibandara lagi nunggu flight,di pantai lagi ga ada kerjaan. (jangan dianggap remeh, banyak waktu kita nunggu)
6. Kacamata renang, sunglasses, sunblock. Di Gili Trawangan kamu pasti gatel pengen renang, serius tu pantai kaya kolam renang.
7. Camera digital atau handphone yang cameranya uda bagus.
8. Tissue, hand sanitizer.
9. Abon, mie gelas. Buat di homestay yang ga dikasih breakfast kamu bisa masak mie gelas. Abon bisa dimakan ketika kamu lagi bokek-bokeknya dan Cuma bisa beli nasi.haha
10. Makanan ringan, biskuit, air mineral.
11. Ini salah satu yang paling penting, counterpain dan terminal! Di Gili Trawangan sebagai anak muda yang sehat malu dong kalau ngelilingin pulaunya pake cidomo(delman), sewa sepeda! Atau jalan kaki. Dan beres keliling yang ga suka sepedahan siap-siap pegel. Kenapa bawa terminal? Yaah uda tau semua kan kita berorientasi pada gadget? Hehe pastikan yang colokannya banyak yaa.
Estimasi biaya tiket:
tiket kereta Bdg – Sby : Rp. 158.000
tiket pesawat Citilink Sby – Lop PP :
Rp. 475.000
Airport service & tax Juanda :
Rp. 40.000
Total : Rp. 698.000
Chapter 2
Berangkat – Surabaya
Saya pergi jam 5 sore dari Bandung, pastikan kamu sampai di
stasiun kurang dari jam 5 karena keretanya ga pernah ngaret, kalau jam 5, ya
pergi jam 5. Di stasiun Bandung toiletnya bagus ada tempat solat juga dan free.
Tips biar hemat, kamu bawa bekel makan malam dari rumah. Karena makanan di
kereta mahal. Saya sempet liat daftar harga nasi goreng itu sekitar 22000 baso
itu 15000. Buat yang lagi solat kita bisa solat di ruang restorasi, ruangan
kecil kaya gudang makanan sebelah cafe kereta, tanya aja sama petugas dimana
kita bisa solat. Itu tempat solat karyawan. Tips tidur di kereta, cari tempat
duduk penumpang yang kosong dan tidurlah disana biar bisa selonjor. Hehe
Sampe di Surabaya tepatnya stasiun Gubeng sekitar jam 6
pagi. Kalau kereta kamu kebetulan berhenti di stasiun Wonokromo turun aja
disana karena lebih dekat ke airport. Kereta saya ga berhenti di stasiun
Wonokromo dan langsung menuju stasiun Gubeng. For your info kereta bisnis ga
ada colokan. Jadi hemat batere gadgetnya. Setelah cuci muka dan sikat gigi di
toilet stasiun Gubeng kita bingung mau kemana, mau jalan-jalan Surabaya ngagok
banget dan kita masih punya waktu hari terakhir seharian sebelum pulang ke
Bandung. Akhirnya kita sepakat langsung ke airport aja. Dari stasiun Gubeng ke
airport kita naik taksi total sekitar 80.000, karena kita ber-empat, jadi
patungan 20.000 satu orang. Buat yang mau hemat dan milih pakai angkutan umum
atau bis sebenarnya bisa tapiiiii, stasiun Gubeng ke airport itu jauuuuh
banget. Ketika masuk kawasan airport pun jauh dari jangkauan angkutan umum,
ujung2nya daripada ribet ditengah-tengah pakai taksi juga mending dari awal. Oh
iya angkot di Surabaya ga kaya di Bandung, di Bandung tulisan trayeknya jelas
dan besar. Di Surabaya tulisan trayeknya kecil dan di pinggir angkot jadi kita
gabisa dari jauh liat itu mau ke trayek mana. Nyampe di airport sekitar jam 8
daaaaaan flight kita jam setengah 3 sore. Kebayang berapa jam kita nunggu di
airport sampe lumutan?
Setelah main uno, main handphone, foto-foto, temen saya Ebi sampe mandi juga, duduk, berdiri, jalan-jalan, duduk, jalan-jalan lagi, melakukan hal itu berulang-ulang. (disinilah gunanya buku dan psp) kita akhirnya take off.
OngkosTaxi : Rp.20.000
Chapter 3
Bandara Internasional Lombok Praya – Pantai Kuta – Tanjung Aan - Pantai Pink a.k.a Tangsi – Tanjung Ringgit – Mataram
Waktu pesawat mau landing pemandangan yang terlihat dari
jendela adalah kalau bahasa Rusianya leuweung. Haha. Dari sini Itinary saya ke
daerah pantai Kuta, kendaraan yang ada yaitu taksi. Dari BIL(Bandara
Internasional Lombok) sebenarnya ada Damri tapi Cuma ke Mataram sama ke
Senggigi aja. Tiket Damri ke Mataram sekitar 28.000 ke Senggigi 25.000. Karena kita maunya ke pantai yang deket BIL
dulu jadi untuk hari pertama kita langsung ke pantai Kuta, dari BIL ke Kuta
sekitar 50 menit ongkos Taxi Rp.70.000 oh iya dari Surabaya ada senior saya
yang gabung lagi jadi total kita ber-5. Rp.70.000 bagi 5 patungannya Rp.14.000.
Perjalanan ke pantai Kuta masih sore di perjalanan yang terlihat rumah-rumah
penduduk dan banyak pohon di pinggir2 jalan. Waktu kita nyampe kawasan pantai
Kuta yang pertama kita tanyain ke supir Taxi karena uda ga sabar adalah, “pak
mana pantainya?” lalu si bapak menjawab “ini dibalik bukit” serentak saya dan
teman-teman “Howaaaaaaaa”. Baru pertama kali saya ngeliat pantai yang
disebelahnya ada bukit. Kereen. Setelah taksi menyusuri pantai sambil cari
penginapan ternyata penginapan saya ga di pinggir pantai banget, sekitar
beberapa ratus meter dari pantai. Kalau jalan kaki sekitar 2 menit. Nama
penginapannya Gday Inn. Tempatnya nyaman, ownernya baik banget. Saya ber-5,
cowo 2, cewe 3. Kita cewe2 satu kamar tapi ownernya bilang ga usah extra
charge, kita juga ga usah extra bed karena kamarnya luas, tempat tidurnya juga.
Toiletnya nyaman dan besar. And free breakfast omelette atau pancake. Satu
kamar pricenya Rp.125.000 kita booked 2 kamar. Total Rp.250.000 bagi 5. Jadi
Rp.50.000 aja perorang satu malam. Waktu makan malam kita bisa cari di
cafe-cafe dkt penginapan. Owner Gday Inn
bilang kita bisa makan di Warung Jawa II, owner warung masih sodara sama owner
Gday Inn. Akhirnya kita kesana, saya pesan Nasi Campur sama teh manis anget
total Rp.15.000. Nah dari owner Gday Inn kita ditolongin cari transport buat
jalan-jalan di pantai sekitar dan berujung diantar ke Mataram. Setelah
bernegosiasi akhirnya dapat lah mobil APV beserta sopirnya pa Andi total
Rp.500.000. Kita diantar ke Tanjung Aan, Pantai Pink, Tanjung Ringgit dan
Mataram. Untuk catatan jarang banget ada rental yang mau antar ke Pantai Pink.
Selain jauuuuuh jalannya pun jelek. Makanya harganya pun lumayan mahal. Diatas
400.000 biasanya. Tips juga kalau mau sewa mobil sewalah APV atau Kijang atau
Panther. Avanza atau Xenia takutnya ga kuat waktu turun ke Pantai Pink dan naik
ke Tanjung Ringgit (menuju pantai Pink ada turunan curam yang jalannya super
off road, menuju tanjung Ringgit ada tanjakan yang jalannya makin off road). Nah kita dapet Rp.500.000 uda include bensin,
mobil dan supir uda best deal. Dibagi 5 jadi total pengeluaran Rp.100.000.
Esok paginya saya dan teman-teman main-main dulu di pantai Kuta. Foto-foto main ombak main pasir. Pasirnya bulet-bulet dan lumayan bikin sakit ke telapak kaki. Saya nyebutnya sih pasir kesehatan. Haha rasanya kaya kita pake sendal yang nojos-nojos. Dan banyak anjing di Pantai Kuta. Populasi manusia dan anjing di pantai Kuta banyakan anjing. Ni kita jadi berasa namu di tempat anjing. Haha. Pagi itu Cuma saya dan temen-temen yang ada di pantai yg lainnya anjing. Di pantai Kuta Cuma sampe jam 8 karena jam 9 kita sudah di jemput supir.
Pa Andi itu orangnya on time. Jadi kalau nanti temen-temen
mau sewa pa Andi jangan telat yaa. Hehe. Kalau kita janjian jam 9 dia pasti uda
stand by depan penginapan setengah jam sebelumnya. Oke setelah beres-beres,
sarapan dan check out berangkat lah kita menuju pantai-pantai indah.
Pantai Pink Tangsi
Di Pantai Pink saya sama Wina main pasir bikin istana-istanaan ceritanya. Dan berujung kita dikerumunin pemuda-pemuda Lombok yang ngajakin ngobrol, bantuin bikin istana. Ngomongin kkn. Ternyata disana mereka lagi kkn. Dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan lucu kaya:
-Di Bandung pantainya kaya gimana? | Saya yg denger, ni
orang kayanya ga tau Bandung ada dimana. Saya Cuma jawab. Eummm Bandung ga
punya pantai.
-oooh, terus di Bandung tempat wisatanya apa aja? | Apaa
yaa. Ada gunung Tangkuban Perahu. (saya mau jawab ada jalan rusak, macet
dimana-mana apalagi kalau weekend, ada Factory Outlet, ada Mall, ada makanan
banyak, ada Cihampelas, gedung sate tapi saya mikir lagi mungkin maksudnya
wisata alam kali yah)
-Bandung katanya kota fashion yah terus banyak artis? | saya
Cuma nyengir ehehehe
Akhirnya kita banyak ngobrol, sampe Ebi sama Ghea juga
gabung dan kita ditawarin makan ikan bareng tapi karena kita harus melanjutkan
perjalanan kita akhirnya pamitan. Best view buat liat pink nya Pink beach itu katanya sore dan pagi hari. Jadi pinknya keliatan banget. Yang paling saya suka dari Pink Beach selain pantai pinknya adalah di pinggir pantai banyak pohon. Jadi kita bisa bikin istana-istanaan atau main pasir di bawah pohon. Teduh, adem.
Pink Beach ini saya yang foto sendiri, ga pake googling. hehe
Tanjung Ringgit
Dari Pantai Pink ke Tanjung Ringgit itu deket tinggal
diterusin naik ke atas bukit. Dan asli kalian kalau ngeliat Tanjung Ringgit for
real itu one of the Best view I’ve ever had. Kereeeeen banget, takjub banget,
gabisa diungkapin sama kata-kata. Kamu harus rasain sendiri.
The Blue Gradation was like AWESOME!
Mataram
Beres liat keindahan, kita mau liat ibukotanya nih. Kota
Mataram. Kita berencana nginep disini sebelum besoknya kita pergi ke Gili
Trawangan. Perjalanan dari Tanjung Ringgit ke Mataram jauuuh sekitar 2 jam. Kita
nginep di penginapan Nusantara, letaknya di pusat kota, deket sama Mataram
Mall. Penginapannya lumayan walau ga sebagus Gday Inn. Tapi murah banget. Ada
tv kabel juga. Saya anteng aja nontonin Fashion TV. Hehe. Makan malam di
Mataram ingin coba ayam Taliwang khas Lombok. Akhirnya makan lah kita di deket
penginapan. Ayamnya enak, pedes dan gurih jadi satu. Recommended!
Estimasi biaya:
Taksi ke kuta : Rp. 15.000/orang kalau ber 5
jadi Rp.70.000
Gday inn : 2 room Rp. 250.000, per orang Rp. 50.000
Rental mobil : Rp.500.000
Makan Ayam Taliwang : Rp. 100.000 (buat porsi ber 5-6)
Makan nasi campur : Rp.15.000
Gday inn : 2 room Rp. 250.000, per orang Rp. 50.000
Rental mobil : Rp.500.000
Makan Ayam Taliwang : Rp. 100.000 (buat porsi ber 5-6)
Makan nasi campur : Rp.15.000
(info) kalau supirnya supel kaya pa Andi yang uda kenal sama yang jaga pantai, kita ga harus bayar tiket masuk pantai, cukup parkir aja. hoho
Abis dari Mataram kita lanjut Gili Trawangan nih, The most
favorite place over the whole place in Lombok :D







Comments
Post a Comment
Thankyou for your comment. I will also visit your blog. Keep writing and reading.