Kelas Kemarin
Share your knowledge, let people know. Percuma jadi orang paling cerdas sedunia tapi kamu nggak bisa bagi untuk orang lain. Useless, nggak bermanfaat. The point is, if you know something, share it.
Kayanya itu yang bisa saya tangkap tentang salah satu komunitas keren ini, Akademi Berbagi. Saya selalu takjub dan respect sama orang-orang yang nggak mikirin dirinya sendiri dan membuat sesuatu yang berguna untuk orang banyak. Seperti foundernya Akademi Berbagi ka Ainun @pasarsapi, saya belum kenal orangnya, maybe someday, yang saya tahu dari melihat timeline Akber beliau sekarang masih keliling Indonesia buat sharing ilmu. Akademi Berbagi adalah sebuah komunitas sharing ilmu gratis, dimana orang-orang yang ingin ikut kelas tidak dipungut biaya, cukup registrasi, pembicara atau pengajarnya pun gratis, tempat untuk kelasnya pun biasanya disediakan orang secara sukarela. What a cool way! Nah uda ada kelas sharing kaya gitu serba gratis, rugi banget kalau nggak ngikut. Akademi Berbagi ini dibagi menurut kota-kota di Indonesia, saya tinggal di Bandung otomatis saya selalu ngikutin update kelas dari @akberBDG
Saya sendiri uda lupa berapa kali ikut kelas Akber, uda macam langganan aja. Saya masih inget kelas pertama saya kelas entrepreneur, pembicaranya owner bisnis kopi dengan cita rasa asli Jawa. Darisitu saya follow terus twitternya dan liat kelas-kelas terbaru berikutnya. Paling suka kalau kelasnya tidak terlalu besar, jadi nanti proses discuss-nya lebih intens, kita bisa nanya apa saja sama pengajar. Coba, dengan makin banyak-nya seminar sana sini yang harus bayar gede, Akber gratissss, dan ilmu yang kita dapet kaya ikutan seminar.
Kemarin tanggal 30 November saya ngajuin kelas Fashion di Akber pembicaranya desainer salah satu brand baju yang uda terkenal, nama pembicaranya Ira Khoerunnisa. Teh Ira kasih ilmu tentang behind fashion trend dari abad ke abad.
I'll share what I got in that day:
Abad 15 dan 16, pada abad itu orang gemuk dan berisi dianggap cantik serta dari kaum bangsawan.
Fashion abad 17 signaturenya Kerah Victorian,
Abad 18 yang biasa dikenal dengan Rococo di abad ini juga kita mengenal Marie Antoinette yang pake uang negara buat beli item-item fashion yang sampai akhirnya harus dihukum pancung.
Pernah denger Houte Couture? Yang suka mantengin fashion show atau berita-berita fashion show pasti tau. Tau nggak yang nemuinnya siapa? Beliau juga dikenal sebagai bapak Adibusana -> Charles Frederick Worth. Pak Charles adalah orang pertama yang membuat sebuah fashion show.
Pada abad 18 juga Vogue lahir. Pada abad-abad yang saya sebutkan perempuan sangat tabu memerlihatkan kaki. Jadi baju mereka panjang dengan dress-dress super ribet. Bangsawan sampai harus dibantu beberapa pembantu untuk pakai baju.
Masuk tahun 1960 ada Modstyle atau disebut Modern Style yang bajunya mirip sama style fashion sekarang dengan rok mini dan baju casual. Tahun 60 itu kaya tahun munculnya fashion yang sampai tahun sekarang kita pake. Ada juga kalangan skinhead dengan style denimnya yang dibuat Levi's House. Denim with docmart dulu dipakai kalangan pekerja (skinhead) karena denim adalah bahan celana paling kuat. Ada juga kalangan Hippies yang cinta perdamaian, kaum ini dressing untuk menolak perang Vietnam. Tahun 60an juga Androgini muncul lalu menjelang tahun 70an ada trend Punk, mereka dressing untuk menyuarakan aksi melawan pemerintah.
Kesimpulannya pada jaman dulu orang-orang punya maksud tujuan tertentu ketika memakai sebuah style.
Ok, kira-kira sebagian besar seperti itu hasil kelas saya kemarin. Kalian ingin dapat ilmu apa? Ingin request kelas atau ingin jadi pengajar? Coba hubungi tim Akber Bandung di twitternya @akberBDG
Tau nggak kalau uda asik discuss kita nanti jadi ngomongin hal hal lain biasanya terkait dengan tema yg dipelajari di kelas, kita juga jadi kenal sama orang-orang yang datang ke kelas dan nambah relasi. Saya paling suka kalau uda denger cerita orang yang sharing. Seru, seraap ilmu sebanyak mungkin. hihi
Saya jadi nggak sabar ikut kelas akber selanjutnya :D
Ps: I read this GREAT quotes in my timeline while I write
WRITING IS NEVER ABOUT KNOWING - IT IS ABOUT SHARING AND CARING. ReneCC
Kayanya itu yang bisa saya tangkap tentang salah satu komunitas keren ini, Akademi Berbagi. Saya selalu takjub dan respect sama orang-orang yang nggak mikirin dirinya sendiri dan membuat sesuatu yang berguna untuk orang banyak. Seperti foundernya Akademi Berbagi ka Ainun @pasarsapi, saya belum kenal orangnya, maybe someday, yang saya tahu dari melihat timeline Akber beliau sekarang masih keliling Indonesia buat sharing ilmu. Akademi Berbagi adalah sebuah komunitas sharing ilmu gratis, dimana orang-orang yang ingin ikut kelas tidak dipungut biaya, cukup registrasi, pembicara atau pengajarnya pun gratis, tempat untuk kelasnya pun biasanya disediakan orang secara sukarela. What a cool way! Nah uda ada kelas sharing kaya gitu serba gratis, rugi banget kalau nggak ngikut. Akademi Berbagi ini dibagi menurut kota-kota di Indonesia, saya tinggal di Bandung otomatis saya selalu ngikutin update kelas dari @akberBDG
Saya sendiri uda lupa berapa kali ikut kelas Akber, uda macam langganan aja. Saya masih inget kelas pertama saya kelas entrepreneur, pembicaranya owner bisnis kopi dengan cita rasa asli Jawa. Darisitu saya follow terus twitternya dan liat kelas-kelas terbaru berikutnya. Paling suka kalau kelasnya tidak terlalu besar, jadi nanti proses discuss-nya lebih intens, kita bisa nanya apa saja sama pengajar. Coba, dengan makin banyak-nya seminar sana sini yang harus bayar gede, Akber gratissss, dan ilmu yang kita dapet kaya ikutan seminar.
Kemarin tanggal 30 November saya ngajuin kelas Fashion di Akber pembicaranya desainer salah satu brand baju yang uda terkenal, nama pembicaranya Ira Khoerunnisa. Teh Ira kasih ilmu tentang behind fashion trend dari abad ke abad.
I'll share what I got in that day:
Abad 15 dan 16, pada abad itu orang gemuk dan berisi dianggap cantik serta dari kaum bangsawan.
Fashion abad 17 signaturenya Kerah Victorian,
Abad 18 yang biasa dikenal dengan Rococo di abad ini juga kita mengenal Marie Antoinette yang pake uang negara buat beli item-item fashion yang sampai akhirnya harus dihukum pancung.
Pernah denger Houte Couture? Yang suka mantengin fashion show atau berita-berita fashion show pasti tau. Tau nggak yang nemuinnya siapa? Beliau juga dikenal sebagai bapak Adibusana -> Charles Frederick Worth. Pak Charles adalah orang pertama yang membuat sebuah fashion show.
Pada abad 18 juga Vogue lahir. Pada abad-abad yang saya sebutkan perempuan sangat tabu memerlihatkan kaki. Jadi baju mereka panjang dengan dress-dress super ribet. Bangsawan sampai harus dibantu beberapa pembantu untuk pakai baju.
Masuk tahun 1960 ada Modstyle atau disebut Modern Style yang bajunya mirip sama style fashion sekarang dengan rok mini dan baju casual. Tahun 60 itu kaya tahun munculnya fashion yang sampai tahun sekarang kita pake. Ada juga kalangan skinhead dengan style denimnya yang dibuat Levi's House. Denim with docmart dulu dipakai kalangan pekerja (skinhead) karena denim adalah bahan celana paling kuat. Ada juga kalangan Hippies yang cinta perdamaian, kaum ini dressing untuk menolak perang Vietnam. Tahun 60an juga Androgini muncul lalu menjelang tahun 70an ada trend Punk, mereka dressing untuk menyuarakan aksi melawan pemerintah.
Kesimpulannya pada jaman dulu orang-orang punya maksud tujuan tertentu ketika memakai sebuah style.
Ok, kira-kira sebagian besar seperti itu hasil kelas saya kemarin. Kalian ingin dapat ilmu apa? Ingin request kelas atau ingin jadi pengajar? Coba hubungi tim Akber Bandung di twitternya @akberBDG
Tau nggak kalau uda asik discuss kita nanti jadi ngomongin hal hal lain biasanya terkait dengan tema yg dipelajari di kelas, kita juga jadi kenal sama orang-orang yang datang ke kelas dan nambah relasi. Saya paling suka kalau uda denger cerita orang yang sharing. Seru, seraap ilmu sebanyak mungkin. hihi
Saya jadi nggak sabar ikut kelas akber selanjutnya :D
Ps: I read this GREAT quotes in my timeline while I write
WRITING IS NEVER ABOUT KNOWING - IT IS ABOUT SHARING AND CARING. ReneCC


Whoaa,... nice post :)
ReplyDeleteTerimakasih Kang :)
ReplyDelete