Minum Kopi
Kalau ditanya sama orang suka yang manis atau yang pahit, I'll definately answer: SWEET! Tapi tapi tapi, dasar anaknya suka penasaran dan pengen nyoba saya punya target bisa nikmatin minum kopi pahit layaknya coffee addict.
Waktu saya mencari berlian di sebuah hotel, saya dibikinin kopi sama anak F&B dari biji kopi yang belum digiling sampai menghasilkan kopi dengan busa yang ciamik. Tanpa babibu, dicoba lah kopinya tanpa gula, alhasil: PAIT. Lagi-lagi harus menyerah dengan godaan gula.
Untuk beberapa saat saya anaknya coffeemix banget, atau g**d day banget, yang katanya rasanya mirip air gula dan ada rasa kopinya sedikit. Yasudahlah mau bagaimana. Beberapa lama, saya rutin minum kopi kemasan waktu bantuin anak-anak street art bikin mural di Pasopati. Orang-orang kalau minum kopi kan biasanya dikit-dikit tuh, dinikmatin banget. Saya minum kopi kaya minum pop es, tiba-tiba abis --"
Akhirnya saat lebaran, kami kumpul keluarga besar dan tante baru pulang dari Vietnam. Doi bawa kopi Vietnam, saya ceritakan lah ketidak bisaan saya minum kopi. Tante yang notabene penikmat kopi dan mampu membedakan kopi darimana asalnya dengan mencium bau dan merasakannya di lidah berkata bahwa sebelum menjadi seperti sekarang, dia pun mirip saya sekarang. Minum kopi kudu pake gula banyak. Tante saya lalu bilang, kamu cobain deh Run ini kopi Vietnam, aku bikinin deh. Saya lalu mencoba minum kopi Vietnam tanpa gula!
Cuma kuat dua teguk... -"-
Saya lalu istirahat untuk mencoba minum kopi pahit.
Lalu akhirnya kemarin, hari Selasa tanggal 18 Agustus 2015 sejarah tercipta:
Sore hari, pulang dari bertugas di Museum KAA, seperti biasa saya sama anak komunitas LayarKita ngobrol diskusi dulu di Cikapundung Vintage.
Kami nongkrong di depan Substore, Saya mendadak ingin kopi.
Saya bergegas menuju tempat memesan, sekaligus tempat untuk Barista bikin kopi. Ada beberapa barang yang menarik saya untuk nongkrong di depan Barista, nonton Barista bikin kopi.
Sambil membuat kopi dengan cekatan, Barista menjelaskan cara pembuatan kopi dan tips-tips membuat kopi agar kualitas rasanya tetap terjaga.
Saya jadi kabita, saya pun memesan kopi toraja dingin.
Ini hasil penjelasan Barista yang berhasil saya tangkap
1. biji kopi ditimbang agar takarannya pas, setelah itu dibubuk-kan pake coffe grinder. Aku minta cold coffee soalnya cuaca lagi panas banget (untung hati ngga ikut panas).
2. Langkah berikutnya barista menimbang es balok (kirain esnya gausah ditimbang segala taunya semua harus pake perhitungan yang tepat). Catatan takaran yang pas menurut keterangan doi adalah 100 gram dan 80 gram. 100 gram air ditambah 80 gram kopi, atau sebaliknya.
Cara menuangkan air panas ke kopi juga ada tekniknya. Berikut dengan suhu tertentu agar rasa kopi tidak hancur. Di atas sebuah corong keramik diletakkan kertas penyaring kopi. Barista lalu memasukkan bubuk biji kopi ke dalamnya. Setelah itu air panas dituang ke pinggiran corong, ketika menuangkan barista sambil menyalakan stopwatch, 30 detik pertama adalah saat pelepasan karbon dioksida dan air yang dituang hanya baru 1/4 nya. Setelah 30 detik barista lalu menuangkan sisa air panas ke corong. (Harus pas 30 detik, makanya menggunakan bantuan stopwatch)
3. Kopi toraja bakal terasa asam dan ada rasa biji coklat asli di lidah kalau minumnya tidak pake gula.
Barista juga bilang air yang paling bagus buat bikin kopi adalah air ber PH 0.
Saya manut karena saya ingin tau apa bener bakal terasa asam dll. Dan ternyata, enak! Saya bisa minum segelas tanpa gula setetespun. Saya yang notabene bukan tukang ngopi (minum kopi manisnya seabreg) ngerasa amazed sama diri sendiri yang ternyata bisa nikmatin kopi pahit. Jadi ingin coba rasa kopi yang lain.
Akhirnya rekor saya terpecahkan minum segelas kopi pahit tanpa gula. Yeah!
Waktu saya mencari berlian di sebuah hotel, saya dibikinin kopi sama anak F&B dari biji kopi yang belum digiling sampai menghasilkan kopi dengan busa yang ciamik. Tanpa babibu, dicoba lah kopinya tanpa gula, alhasil: PAIT. Lagi-lagi harus menyerah dengan godaan gula.
Untuk beberapa saat saya anaknya coffeemix banget, atau g**d day banget, yang katanya rasanya mirip air gula dan ada rasa kopinya sedikit. Yasudahlah mau bagaimana. Beberapa lama, saya rutin minum kopi kemasan waktu bantuin anak-anak street art bikin mural di Pasopati. Orang-orang kalau minum kopi kan biasanya dikit-dikit tuh, dinikmatin banget. Saya minum kopi kaya minum pop es, tiba-tiba abis --"
Akhirnya saat lebaran, kami kumpul keluarga besar dan tante baru pulang dari Vietnam. Doi bawa kopi Vietnam, saya ceritakan lah ketidak bisaan saya minum kopi. Tante yang notabene penikmat kopi dan mampu membedakan kopi darimana asalnya dengan mencium bau dan merasakannya di lidah berkata bahwa sebelum menjadi seperti sekarang, dia pun mirip saya sekarang. Minum kopi kudu pake gula banyak. Tante saya lalu bilang, kamu cobain deh Run ini kopi Vietnam, aku bikinin deh. Saya lalu mencoba minum kopi Vietnam tanpa gula!
Cuma kuat dua teguk... -"-
Saya lalu istirahat untuk mencoba minum kopi pahit.
Lalu akhirnya kemarin, hari Selasa tanggal 18 Agustus 2015 sejarah tercipta:
Sore hari, pulang dari bertugas di Museum KAA, seperti biasa saya sama anak komunitas LayarKita ngobrol diskusi dulu di Cikapundung Vintage.
Kami nongkrong di depan Substore, Saya mendadak ingin kopi.
Saya bergegas menuju tempat memesan, sekaligus tempat untuk Barista bikin kopi. Ada beberapa barang yang menarik saya untuk nongkrong di depan Barista, nonton Barista bikin kopi.
Sambil membuat kopi dengan cekatan, Barista menjelaskan cara pembuatan kopi dan tips-tips membuat kopi agar kualitas rasanya tetap terjaga.
Saya jadi kabita, saya pun memesan kopi toraja dingin.
Ini hasil penjelasan Barista yang berhasil saya tangkap
1. biji kopi ditimbang agar takarannya pas, setelah itu dibubuk-kan pake coffe grinder. Aku minta cold coffee soalnya cuaca lagi panas banget (untung hati ngga ikut panas).
2. Langkah berikutnya barista menimbang es balok (kirain esnya gausah ditimbang segala taunya semua harus pake perhitungan yang tepat). Catatan takaran yang pas menurut keterangan doi adalah 100 gram dan 80 gram. 100 gram air ditambah 80 gram kopi, atau sebaliknya.
Cara menuangkan air panas ke kopi juga ada tekniknya. Berikut dengan suhu tertentu agar rasa kopi tidak hancur. Di atas sebuah corong keramik diletakkan kertas penyaring kopi. Barista lalu memasukkan bubuk biji kopi ke dalamnya. Setelah itu air panas dituang ke pinggiran corong, ketika menuangkan barista sambil menyalakan stopwatch, 30 detik pertama adalah saat pelepasan karbon dioksida dan air yang dituang hanya baru 1/4 nya. Setelah 30 detik barista lalu menuangkan sisa air panas ke corong. (Harus pas 30 detik, makanya menggunakan bantuan stopwatch)
3. Kopi toraja bakal terasa asam dan ada rasa biji coklat asli di lidah kalau minumnya tidak pake gula.
Barista juga bilang air yang paling bagus buat bikin kopi adalah air ber PH 0.
Saya manut karena saya ingin tau apa bener bakal terasa asam dll. Dan ternyata, enak! Saya bisa minum segelas tanpa gula setetespun. Saya yang notabene bukan tukang ngopi (minum kopi manisnya seabreg) ngerasa amazed sama diri sendiri yang ternyata bisa nikmatin kopi pahit. Jadi ingin coba rasa kopi yang lain.
Akhirnya rekor saya terpecahkan minum segelas kopi pahit tanpa gula. Yeah!
Kamu harus cobain kopi yang diracik di Melbourne! Gak pernah lagi pengen kopi pake gula deh.. padahal kopinya dari Indonesia juga
ReplyDeleteKopi paling juara katanya emang dari Indonesia, cuma emang kali yah cara meracik sangat mempengaruhi rasa akhir. Hoyong nyobian nu di Melbourne!
Delete