Jalan Jalan Pulau Menjangan

Diawali dengan obrolan-obrolan curhat soal kehidupan di mana kami berdua merasa bahwa 2015 itu not our year banget. Beberapa brainstorming kami membicarakan apa yang sebenarnya ingin kami capai dan target-target yang ngga pernah terselesaikan yang biasanya setelah pembicaraan berakhir ngomong kasar dulu mengenai kebodohan kami, setelah itu long moment of silent semacam merenung. Lalu ujungnya pemikiran dan celetukan ini muncul "Kayanya kita butuh piknik, butuh liburan"

Saya yang pekerjaannya tidak sesibuk sahabat saya ini memang sudah merencanakan akan pergi jalan-jalan kemana pun asal keluar dari kota Bandung, bahkan jika tidak ada kawan pun tidak masalah. Namun rencana berubah  lebih baik ketika sahabat saya memberi kabar bahwa dia dapat cuti dari tanggal 24-27 Desember. Dengan segala upaya mendadak kami yang awalnya sama sekali tidak tahu mau kemana. Have no idea at all where should we go berakhir di Pulau kecil di timur Jawa dekat Bali: Pulau Menjangan. Saat sedang hang out malam minggu saya iseng liat-liat instagram dan ketemu dengan satu akun yang menyelenggarakan open trip ke Pulau Menjangan namanya alam_indonesia.



Saya sama sekali belum tahu letak Pulau Menjangan di mana, seperti apa pulaunya dan kondisi-kondisi lain. Dengan dibantukan google, kami jadi tahu bahwa Pulau Menjangan letaknya di Taman Nasional Bali dan masih dekat dengan Banyuwangi. Open trip juga tersedia dengan meeting point Surabaya.

Setelah lihat-lihat foto bawah air Pulau Menjangan yang gile bener bikin saya pengen langsung nyemplung, dan sahabat saya Adi juga belum pernah sama sekali nyobain snorkeling padahal dia hobinya main air kaya saya. Kami menetapkan hati untuk ikut Open Trip ke Pulau Menjangan ini.

Domisili kami di Bandung dan kami sama sekali tidak berpengalaman dengan daerah timur sana, kami lalu menghubungi kontak person dari tim alam_indonesia lalu membooking 2 seat trip Pulau Menjangan dengan meeting point Surabaya. (Booking sambil belum berpikir dengan cara apa kami ke Surabaya)

Fasilitas yang kami dapat dengan ikut open trip ini diantaranya:
1. Transportasi dari Surabaya ke Banyuwangi PP (incl: driver, bbm)
2. Snack dan minum saat trip
3. Makan 2 x
4. Alat snorkeling (incl: mask, pelampung, fin/kaki katak)
5. Dokumentasi underwater
6. Kapal dari Banyuwangi ke spot snorkeling dan P. Menjangan PP
7. Kelapa muda

Harga open trip saat high season adalah Rp. 485.000, biasanya tim alam_indonesia mematok harga dibawah itu jika bukan high season tapi apa daya tanggal 25-26 Desember adalah harinya liburan banget ya harga otomatis menyesuaikan.

Kami booking dan langsung dp sebesar 50% dari harga. Setelah itu kami lalu baru berbingung ria mengenai transportasi apa yang akan membawa kami ke Surabaya.
Kami cari tiket kereta semua kelas penuh hingga tanggal 28 Desember, bener-bener full seat bahkan di sela-sela bekerja saya sempat beberapa kali menelfon agen travel dengan harapan siapa tau agen-agen ini diberikan jatah kursi tapi hasilnya nihil.

Rencana kedua adalah mencari tiket pesawat dan harganya OMAYGAD paling murah 900rb sekali jalan. Saya yang masih seorang freelancer jelata ini merasa tercekik. hahaha

Sahabat saya lalu klik sana sini, browsing sana sini dan dia berhasil dapat tiket pesawat pulang tgl 27 Des subuh dengan harga 700rb tapi malam itu dia tidak bisa transfer, entah kenapa aplikasi Traveloka mendadak error. Dapat disimpulkan hari itu kami masih tidak ada jalan cerah dengan apa kami akan menuju Surabaya maupun pulang ke Bandung.

Esok harinya saya sibuk bekerja dan sahabat saya pun begitu, kami baru punya waktu di atas pukul 6 sore.

Sepulang Kerja...

Di whatsapp kami memutuskan mau tidak mau pakai bus untuk menuju Surabaya. Saya yang belum pernah sama sekali naik bus antar provinsi agak takut juga karena banyak orang bilang lelah lah, atau cape, atau panas pantat dan segala keluhan-keluhan manja lain. Tapi di sisi lain saya tau ini pilihan yang harus diambil, sepulang bekerja saya sambangi kantor Bus Bandung Express yang berada di Jl. Dr. Cipto.

Di halaman parkir kantor Bandung Express banyak bus-bus yang sedang menunggu penumpang. Saya lalu datang ke tempat pembelian tiket untuk bertanya. Di dalam kantor Bandung Express saya seperti sudah merasa ada di Jawa Timur sana, petugas-petugas semua berbahasa Jawa, ngomong opo ora ngarti aku.

Harga tiket bus eksekutif ke Surabaya adalah 270rb sekali jalan dan tidak bisa dibeli PP, jika ingin membeli tiket ke Bandung harus dibeli di Surabaya. Busnya sudah dilengkapi toilet, AC dan selimut serta bantal, kami juga dapat jatah makan malam. Pegawai Bandung Express mungkin melihat muka saya yang ragu-ragu, saya lalu disuruh untuk naik dan melihat-melihat bus yang sedang terparkir. Saat saya masuk ke dalam, ternyata tidak buruk. Jarak antar bangku luas dan dilengkapi tambahan tempat untuk kaki selonjor. Bahkan kalau pesan di bangku paling depan dekat pintu masuk kita juga dapat tempat untuk menyimpan makanan.
Tenaga dan semangat positif saya lalu tumbuh.
Oke, pake bus aja!

Saya lalu telfon Adi
"pembicaraan telfon pakai bahasa planet sampai terciptanya musyawarah mufakat"

Kami sepakat untuk beli tiket bus menuju Surabaya dan Adi bertugas mencari tiket pesawat untuk pulang. Kenapa kami keukeuh pulang pakai pesawat? Karena Senin tanggal 28 kami harus masuk kerja dan waktu tidak memungkinkan kami untuk pulang pakai bus atau kereta. Jadimau tidak mau, pesawat. Dalam jangka waktu satu jam tiket bus kami sudah di tangan dan Adi mewhatsapp saya mengatakan bahwa kami beruntung mendapatkan tiket pesawat pulang dari Surabaya ke Bandung dengan harga Rp. 512.000 saja! HOHOHO. Musim liburan dapet harga segini tuh keajaiban.

Estimasi harga liburan sejauh ini per orang:
1. Tiket Bus Bandung Express, Bandung - Surabaya Rp. 270.000
2. Tiket pesawat pulang Juanda - Hussein Sastranegara Rp. 512.000
3. Open trip Pulau Menjangan 25-26 Desember 2015 Rp. 485.000

Total: 1.267.000

Mungkin untuk beberapa orang biaya sebanyak itu cukup mahal untuk satu tempat wisata saja, tapi kami pegawai kantor yang sulit sekali mendapat libur dan kami berlibur pada tanggal 24-27 Desember,bayangkan itu, untuk tempat yang menjauhi keramaian harga tersebut saya rasa best deal dan kami tidak merasa rugi.

Tambahan biaya saat liburan itu kebanyakan adalah untuk jajan dan untuk bayar WC. Apalagi khususnya saya yang pipisnya sering. Ada mungkin uang saya 50rb habis untuk bayar toilet -"- (lain kali kayanya saya harus kasih anggaran khusus untuk toilet)

Tibalah hari liburan. Tanggal 24 siang kami sudah stand by di Bandung Express karena bus kami berangkat pukul setengah 4.
Memasuki halaman kantor sekaligus pool Bandung Express, jeng jeng jeng, sepi banget di tempat parkir belum ada bus yang datang. Saya pikir mungkin karena saya kepagian, saya datang pukul setengah 2 siang sedangkan jadwal berangkat kami pukul setengah 4 sore, namun ternyata setelah menghubungi petugas, bus dari Surabaya terlambat datang karena terjebak macet. Sebelum berangkat berbagai berita di Televisi juga menanayangkan perihal macet libur natal ini, ternyata dampaknya kena juga ke bus kami.
Saya dan Adi akhirnya menunggu, kami sudah melakukan berbagai macam permainan, dari badminton, sambung kata Bahasa Jerman & bahasa Inggris, dengerin lagu, jajan ke Alfamart sambil beli kartu remi, makanin cemilan, ngayal epic mengenai kemungkinan-kemungkinan konyol yang bakal terjadi saat liburan, membicarakan kabar kawan-kawan yang lain dan masih banyak lagi hingga akhirnya! AKhirnya! Kami berangkat pukul setengah 7 malam pemirsa! Bus kami terlambat hampir 3 jam.

Kegiatan saat di Bus:
1. Dengerin lagu bareng memakai headset splitter, jadi masing-masing dari kami mendapat earphone untuk telinga kanan dan kiri tanpa harus membagi 2. (Saya sama Adi joget-jogetan heboh di saat orang lain tidur)
2. Main kartu speed. (Ini maksa banget disaat bus melaju karena kartunya ancur-ancuran berantakan kemana-mana)
3. Tidur, bangun, tidur lagi, bangun lagi (berulang-ulang)
4. Curhat ( ini mah tiap kemana-mana pasti dilakuin)
5. Pipis (di bus juga aing mah pipis sok coba besernya uda ngga ngerti lagi, untung busnya ada toilet)

Soal perjalanan memakai bus ini, saya melihat ada nenek-nenek anak balita yang juga menuju Surabaya dengan bus. Saya lalu seperti tersadar, ini nenek, anak kecil, mereka sanggup pakai bus. Saya yang notabene masih muda, badan masih kuat, masa ngeluh dan ngga sanggup. (sempet malu sama diri sendiri karena takut naik bus). Di perjalanan, saya dan Adi banyak membicarakan berbagai refleksi diri dan membayangkan bagaimana keadaan bus ekonomi atau bagaimana dengan orang lain yang bahkan mungkin harus naik kendaraan lain yang jauh lebih tidak nyaman? (ceile gaya yah)

SURABAYA

Pukul 12.00 siang sampailah kami di terminal Bungurasih yang disebut juga terminal Purabaya, Surabaya. Setelah melongo karena baru saja menyelesaikan perjalanan 18 jam di atas bus. Debat sana sini sama Adi, melakukan hal plin plan (aing sih ini mah). Akhirnya kami memutuskan untuk ke tempat kakanya Adi agar bisa mandi sebentar dan titip carrier selama kami menjelajahi Surabaya serta menunggu pertemuan open trip nanti malam. Tempat kaka Adi ada di daerah Pasar Turi, kami dari terminal Bus Bungurasih menaiki bus P5 namanya (Rp.6000) menuju Pasar Turi. Untuk kamu yang mau mengunjungi daerah lain, bisa tanyakan pada petugas berseragam yang ada di terminal bagaimana cara menuju daerah tersebut (inget yang pake seragam, jangan sembarangan). Catatan: Terminal Bungurasih sangat ramai dan hiruk pikuk, kamu akan dirembuk banyak sekali kenek dan supir-supir mencari penumpang bertanya mau kemana, cari apa dll. Jadi bersiaplah.

Di tempat kaka Adi kami uda mandi, uda oke, uda ngobrol sama mbak-mbak temen kakanya Adi dan minta saran akhirnya pergilah kami ingin jelajah Surabaya (ceritanya).
Saya bilang ingin liat tugu Pahlawan dan Jembatan Merah serta nyobain rujak Cingur.

Tugu Pahlawan atau Mall?
Tugu Pahlawan ternyata deket banget dari daerah stasiun Pasar Turi, tinggal jalan kaki. ehhh salahnya kami malah naik Taksi, Tugu Pahlawan terlewat dan kami entah kenapa malah menuju Zangrandi (tempat eskrim terkenal di Surabaya) berikut kami belum makan siang. Sampai Zangrandi kami masih menyimpan kebegoan di Bus kayanya, atau entah jiwa keambil di perjalanan 18 jam, kami dapet tempat duduk dan ternyata Zangrandi ngga ada makanan berat, kami ngga berani makan es krim dengan perut kosong. Akhirnya kami pergi dulu cari makan dan sialnya di daerah Zangrandi ini ngga ada tempat makan.
Bego lagi kan.
Sambil jalan kaki dan ngobrol kami akhirnya menemukan sebuah mall. Entah takdir Tuhan atau nasib, ini mall yang sama yang saya datangi ketika saya ke Surabaya dua tahun lalu. Tiap ke Surabaya kenapa nasib saya malah selalu makan di mall ini Tuhan? Inginnya yang khas Surabaya.
Sampai foodcourt sambil ketawa-ketawa miris, saya akhirnya maksain pesen rujak cingur. Adi pesen nasi rawon.

Rujak cingur saya pedesnya minta ampun. Perut kosong, lapar, panas, jalan kaki lumayan jauh, pas makan dikasihnya api, perut saya langsung bergejolak sakit perut. JUara banget kan! Tapi ngga tau kenapa yang ada kami ketawa ketiwi padahal uda sial.
Yaudahlah yah beli Mcdonald aja. (ujungnya ke makanan sampah deui sampah deui)

Dari Mall yang-tidak-diketahui-namanya. Saya sama Adi pake taksi menuju tugu pahlawan. Sampai di sana saya excited banget ingin masuk. Tapi entah-kenapa-oh-Tuhan-nasib Situs Tugu Pahlawannya uda tutup. Kami ngga boleh masuk, padahal dari luar kami lihat masih ada beberapa keluarga foto-foto depan monumen Soekarno. Kan sebel!
Jadi kami harus nyuap yang jaga pager gitu? OGAH. Menolak segala penyuapan. (ciyeee idealis padahal ngga punya duit kan)

Saya sama Adi akhirnya foto-foto di depan gerbang aja deh. Yauda deh.

Tugu Pahlawan - Monumen Soekarno Hatta

Dari tugu Pahlawan hari masih sore, kami jalan kaki menuju Pasar Turi tapi saya pengen lihat Jembatan Merah. Kenapa saya keukeuh banget ingin lihat?
Saya suka film Jembatan Merah tahun 1973 dan rasanya ingin tahu keadaan jembatan merah saaat ini seperti apa. Membandingkan berbagai perubahannya yang terjadi, Walaupun saya ngga hidup di masa film Jembatan Merah dibuat, saya berasanya kaya ingin nostalgia. Dengan menaiki becak kami menuju ke JMP (orang Surabaya menyebut Jembatan Merah dengan JMP singkatan dari Jembatan Merah Plaza)

Ini di becak juga harus selfie dong -"- (Adi yang pengen selfie, mana nyuruh ngeluarin tongsis)

Jembatan Merah

Sudah lihat, sudah foto. Kami memutuskan untuk berjalan kaki sambil ngobrol dari Jembatan Merah ke Pasar Turi. Dan oh-pemirsa saya jalan kaki sambil perut mulas datang dan pergi akibat rujak cingur pedesnya minta ampun tadi siang :(

Akhir bagian cerita Surabaya adalah kami istirahat sebentar di tempat kaka Adi, lalu melanjutkan perjalanan ke terminal Bungurasih (meeting point open trip kami di sini). Di Bungurasih kami bertemu dengan Mas Ahmad (TL perjalanan kami) dan berkenalan dengan Mas Wibi (traveler mandiri dari Semarang), bersama Mas Wibi kami menunggu peserta open trip lain dengan bermain poker.

Kesimpulannya Surabaya sedang tidak bersahabat dengan kami terutama saya. Mungkin hari itu bad day saya. Hahaha.

PULAU MENJANGAN

Kami menggunakan mobil travel yang besar dan saya sama Adi dapat tempat lega di mobil kedua. Entah kenapa Mas Ahmad TL kami sangat menganak emaskan saya dan Adi. Hamdalah. Perjalanan menuju Menjangan dari Surabaya di mulai tengah malam. Saya habiskan kebanyakan untuk tidur.

Pagi hari pemandangan paling asoy adalah ketika kendaraan kami melewati Taman Nasional Baluran. Magis, kaya di alam lain, seperti kami melewati negeri antah berantah yang dihuni peri-peri, kami cuma numpang lewat dan suasananya syahdu. Saya sama Adi melewati Baluran sambil kami berdua pasang headset di telinga dengan lagu yang sama, Coldplay-clocks. And we both stay in silent looking in our own window. (Ini ceritanya momen2 macam di film) #jijay

Pukul 8 pagi kami sampai di awal mula atau gerbang menuju Menjangan: Pantai Watu Dodol. Dari sini kami melanjutkan perjalanan menggunakan boat. Dari sebrang Pantai Watu Dodol Pulau Menjangan besar kelihatan, namun tujuan kami adalah pulau di baliknya, yaitu p. Menjangan kecil.

Setelah selesai persiapan untuk menjelajah laut. Saya diminta Mas Ahmad untuk sarapan dulu, sarapannya disediakan agar saat snorkeling kami tidak kelaparan. Saya dan Adi berkenalan dengan mas-mas dan mbak-mbak peserta open trip lain. Ada mas-mas dari Lamongan, ada pasangan-pasangan memadu kasih, ada group keluarga (ibu-bapak-anak-sampai nenek juga di bawa) dari Blitar. Ada juga mas Ais yang pengalaman snorkelingnya kayanya uda pro, terlihat dari persiapan peralatannya yang kelihatan pro.
TL kami di laut ternyata bukan Mas Ahmad melainkan Mas Sona dan Mas Min. Mereka yang menjaga kami.

Sudah siap melihat bawah laut

Setelah mengambil google-mask, pelampung dan fin (yang ujungnya saya sama Adi ternyata hanya butuh mask doang) naiklah kami ke perahu dan meluncur menuju spot sorkeling.

Belakangan saya tahu bahwa tim alam_indonesia mencari sendiri tempat snorkeling yang bagus, enak dan aman. Terlihat ketika kami di laut ada beberapa tempat snorkeling yang didatangi kapal-kapal lain dan tim lain, namun kapal kami terus melaju hingga menjauhi Menjangan kecil ke tempat yang lebih sepi. (Awalnya saya agak takut juga tempat snorkeling kami akan ramai karena sedang musim liburan)
Tapi ternyata saya ikut open trip yang tepat. Sepi bos.

Kawasan Snorkeling Pulau Menjangan

Sampailah di tengah laut yang dari atas kapal warna biru mudanya terlihat. Saya melongok ke samping dan darisitu kelihatan terumbu karang yang seperti menyapa kami. Saya lihat-lihatan sama Adi sambil mengacungkan jempol. "SIAP BEY?!"

Kami berdua nyebur tanpa ragu.. dan pemandangan yang terlihat..

Kata-kata surgawi dicampur kata kata nerakawi tumpah ruah sudah. GILA GILA GILA. BAGUS BANGET AMPUUUNN! Terumbu karang berwarna warni, bentuknya macam-macam, ada ubur-ubur kecil warna putih pink, lalu ikan-ikannya banyaaaakkkk. Di tengah laut biru kami dikelilingi ikan, saya bener-bener kaya ada di akuarium. Medan yang saya masuki juga ada yang kedalamannya 4 meter, ada 3 meter ada yang bahkan cuma satu meter aja, saya bisa sentuh terumbu karangnya pake tangan kalau mau (tapi jangan disentuh plis kalau yang minat snorkeling kasian mereka kita harus terus menjaga kelestariannya).

Saya foto underwater beberapa kali tapi ujungnya saya asik nikmatin terumbu karang muter-muter. Ngikutin ikan-ikan yang cantik, merhatiin terumbu karang yang bernafas. Saya sama Adi adu tunjuk-tunjukkan nemu ikan paling bagus. PUAS banget liat pemandangan macam begini di akhir tahun.

Di spot pertama saya sama Adi tidak bisa menemukan ikan Nemo lalu kami dibawa lah ke spot ke dua dan ternyata kami dibawa ke rumah Nemo, terlihat Nemo keluar dari bebatuan yang dipenuhi coral. Lucuuuu.

Snorkeling ini memang kegiatan yang menyenangkan namun di sisi lain saking sayangnya sama terumbu karang saya mau saran agar para snorkel-er (asal banget bikin panggilan) mencoba untuk tetap tenang dan tidak heboh di dalam laut agar tidak bikin takut ikan-ikan, usahakan juga untuk tidak menyentuh terumbu. Kita harus saling sadar dan menjaga habitat asli ikan-ikan serta makhluk-makhluk laut indah ini bukan? (iklan layanan masyarakat)

Setelah spot snorkeling pertama, kami di bawa ke Pulau Menjangan kecil, ada candi di situ dan pulaunya tidak berpenghuni, tapi-oh-banyak-sampah-aku-sedih. Kami makan siang dan minum kelapa di sana, and of course we took our garbage with us again. Jangan sampai meninggalkan sampah apapun di Pulau Menjangan Kecil.
Selesai makan siang, kami di bawa ke penangkaran hiu. Dalam keadaan kaki terluka tidak sengaja tergores terumbu karang dan darah mengucur cukup deras, saya agak deg-degan juga disuruh berenang bareng hiu-hiu. Namun kesempatan kapan lagi mencoba adrenalin rush macam begini. Saya memberanikan diri untuk menyatu dengan para hiu. Hasilnya? Bukan saya yang takut tapi sebenernya mereka yang ketakutan sama kita, saya jadi ngga enak hati gangguin mereka yang lagi tenang-tenang :(
Saya berenang sepelan dan setenang mungkin.


Dua-duanya di Pulau Menjangan

PULANG

Dari Menjangan, saya sama Adi diantar pulang oleh Mas Ahmad dan kawannya pakai mobil dan sempet agak deg-degan juga takut kami terlambat. Kami baru berangkat dari Banyuwangi sekitar pukul 8 malam, dan penerbangan kami ke Bandung pukul 05.25 WIB. Kami harus tiba di Bandara Juanda maksimal pukul 4 dan untungnya dengan kecepatan ngebut luar biasa, kami sampai Juanda dengan tepat. Pamit Mas Ahmad, Mas Wibi dan mas + mba pasangan kasmaran yang lagi bobo dan kulupa namanya kami melangkah gontai menuju tempat check in.

Capai adik

Badan sudah luar biasa lelah, untungnya itu hari Minggu dan kami punya waktu seharian untuk istirahat sebelum Senin mencangkul pundi-pundi uang kembali.

Akhir tahun kami ditutup dengan liburan yang seru dan meaningful, perjalanan menambahkan berbagai wawasan untuk jiwa saya. Tahun 2016 bertekad untuk memperbanyak tempat-tempat yang dijelajahi!
Adventures sure feed your soul!

Comments

  1. What a Experience :D
    read this make me sure, ak akn mengunjungi menjangan kembali hahaha ga bisa move on dari suara air+listrik haha

    NB: km belum cerita setelah pulang ke bandung disuruh nganter emak pergi hahahaha. your day banget haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mencoba spot snorkeling di tempat lain sih Bey baiknya kita.
      Di sengat ubur-ubur juga maju terusssss.

      Jangan diceritain itu bukan bagian dari perjalanan. Hwkwkwkwkwk

      Delete
  2. Assalammualaikum, ka follow blog aku dong gapapakan? Ini linknya diladilamtm.blogspot.com makasih ka:))

    ReplyDelete

Post a Comment

Thankyou for your comment. I will also visit your blog. Keep writing and reading.