Cara Memiliki Minat Baca?
Tulisan ini saya buat untuk kawan, kenalan, orang lain dan kamu yang memiliki pertanyaan sama dalam benaknya, bagaimana agar menyukai atau memiliki minat baca. Karena beberapa kali saya disodori pertanyaan semacam itu dan saya kira cuma small talk, tapi lama-lama keseringan, yasudah berarti mungkin memang butuh saran.
Sebelumnya saya tidak mempunyai latar belakang penelitian komprehensif dan ilmiah apapun tentang fenomena ini namun saya berusaha agar tulisan ini seinformatif mungkin.
Pertama-tama saya mungkin dikenal oleh orang-orang di sekeliling sebagai pembaca rutin buku dan saya akui buku salah satu hal wajib yang selalu saya bawa kemana-mana disamping dompet dan handphone, saya juga membaca setidaknya satu jam setiap hari.
Saya tak punya masalah dengan buku, saat kecil setiap ulang tahun atau kenaikan kelas ayah saya sering membawa saya ke toko buku dan membebaskan saya untuk memilih buku yang ingin saya beli. Saya tumbuh dan banyak bermain di toko buku. Entah bagaimana saya juga tidak punya masalah melihat kertas berisi kata kata banyak itu lama-lama dan benak saya juga memproses imajinasi dengan cukup baik. Buku bacaan yang saya baca memiliki periode-periode tertentu.
Saat saya TK hingga SD kelas 6 saya membaca buku-buku dongeng karya Hans Christian Andersen, saya juga membaca Lima Sekawan selain itu berlangganan rutin majalah Bobo yang selalu saya lahap habis setiap artikelnya dan selalu saya tunggu-tunggu kedatangannya.
Memasuki masa SMP saya banyak menghabiskan waktu di tempat penyewaan komik, saya membaca komik cukup banyak hingga bahkan ada satu tempat penyewaan komik dekat rumah saya yang sudah hampir saya baca semua koleksinya, SMP juga diisi dengan teenlit-teenlit yang jika saya baca sekarang giung sekali seperti gula terlalu banyak. Hehe
Memasuki masa SMA saya masih membaca buku-buku kisah cinta ringan, lalu mulai mencoba fantasi serta membaca majalah remaja serta fashion. Konsistensi membaca juga tidak serutin sekarang, ada bulan-bulan di mana saya tidak membaca sama sekali. Saat awal kuliah bahan bacaan saya tidak terlalu meningkat signifikan, bahkan pada saat mata kuliah literatur Jerman saya belajar asal-asalan (sampai sekarang masih menyesal). Turning point saya adalah ketika semester akhir kuliah saya tidak sengaja membaca buku Sang Guru - Kahlil Gibran terselip di perpustakaan sekolah tempat saya praktek mengajar, jiwa kecil-senang-membaca saya yang terkubur jauh ke dalam seperti di hidupkan kembali.
Lalu saat itu entah kenapa saya juga dipertemukan dengan komunitas film yang di mana ketuanya sangat menggemari membaca, ketika beliau tahu saya suka baca, saya lalu direkomendasikan banyak buku-buku dahsyat. Sejak saat itu konsistensi membaca saya semakin meningkat hingga saat ini.
Di dalam komunitas tersebut saya bertemu orang-orang yang kebanyakan memang pembaca buku, lalu saya tanya satu persatu. Ketua komunitas memang menyukai baca sejak kecil, seperti saya, maka saya tidak heran. Lalu ada kawan-kawan lain, yang memulai membaca pada saat sudah dewasa. Saya pelajari mereka.
Garis besar dari para pembaca dewasa, mereka memiliki kesenangan genre membaca masing-masing. Ada yang filsafat, ada sejarah, ada fantasi, ada roman. Ada juga pembaca segala, macam saya. Hehe
Beberapa membaca karena awalnya merasa sadar dan harus (memaksakan diri untuk membaca) lalu lama kelamaan dia malah jatuh cinta pada buku dan tak pernah putus bacaan.
Beberapa membaca karena sebenarnya saat kecil memiliki jiwa tertarik pada tulisan, (yang saya alami juga) salah satunya adalah ketika kecil secara tidak sadar menggemari segala bentuk kalimat baik yang ada di iklan, di billboard raksasa, di spanduk bahkan di kemasan-kemasan snack. Saya baru menyadarinya ketika kawan saya bercerita seperti itu, saya jadi ingat media yang pertama kali bisa saya baca adalah koran, bukan buku pelajaran membaca.
Setelah itu beberapa orang bertanya bagaimana caranya agar memiliki kesenangan membaca? Mereka ingin sekali memiliki minat baca dan tidak mengantuk jika diperlihatkan tulisan. Saat ditanya mengenai hal ini saya menganggapnya hanya pertanyaan basa basi, namun belakangan makin banyak orang yang bertanya sama saya caranya biar suka baca. Hmmmh demi kemajuan bangsa Indonesia saya berpikir dengan keras solusinya. (Baaah macam pahlawan)
Sebelumnya, minat baca di negara tercinta ini (iya gitu cinta?) memang rendah, terlihat dari kejadian sehari-hari saja misal, saya punya kebiasaan bawa-bawa buku kemana-mana, di saat sedang menunggu antrian, menunggu teman atau ada waktu luang di sela-sela istirahat saya otomatis akan membuka buku dan asik sendiri. Saya sampai bikin ikrar, kalau datang ke tempat-tempat yang musti ngantri macam Bank, Lembaga Pemerintah, Rumah Sakit atau apapun dan ada satu aja orang baca buku akan saya ajak ngobrol (kalau ganteng saya pacarin) #apasih. Tapi hingga tulisan ini dibuat ku tak pernah menemukan.
Tahun 2011 UNESCO melakukan survey dan indeks membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 yaitu hanya 1 DARI 1000 ORANG PENDUDUK INDONESIA YANG MEMILIKI MINAT BACA TINGGI. Pantesan aja beuh para pembaca ini makhluk langka. Apalagi pembaca yang ganteng. #terusaja. Ini beberapa cowo kece yang fotonya didapat dari google dan seksi luar biasa ketika baca buku. Elvis aja suka baca!
Dan buat cewe-cewe betapa akan menjadi tambah keren, tidak hanya cantik tapi berwawasan.
Ceritanya nunjukkin foto-foto di atas biar kabita. #semoga
Terus terus emang membaca itu penting? Buat apa sebenernya punya minat baca?
Motivasi awal untuk menumbuhkan minat baca salah satunya adalah memiliki pemikiran bahwa membaca itu penting. Jangan jauh-jauh deh buat masa depan bangsa Indonesia yang kayanya ketinggian, buat diri sendiri dulu aja. Beberapa alasan kenapa membaca itu bermanfaat (berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa artikel):
1. Latihan imajinasi. Membebaskan Pikiran.
Orang yang memiliki imajinasi tinggi lebih kreatif dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, pikiran yang dibebaskan membuat otak menerima pengetahuan lebih mudah. Imajinasi tinggi juga secara tidak sadar bikin kita punya solusi yang tidak orang lain pikirkan dan siapa tau dapat membantu orang.
2. Open Minded.
Terbiasa membebaskan pikiran membuat kita juga lebih open minded dan terbuka terhadap segala sesuatu, pikirannya ngga sempit, tidak terbagi-bagi dikotomi-dikotomi tertentu. Lebih bisa memandang manusia sebagai manusia, lebih mencoba melihat segala sesuatu dari berbagai sisi (ngga hanya dua sisi, bahkan sampai 10 sisi)
3. Ngga Gampang Di Begoin
Jarang baca buku membuat pikiran dan mental tidak terlatih dalam menerima informasi yang semakin banyak-transparan-cepat ini, kalau uda sering baca terbiasa untuk ragu dan lebih waspada.
4. Punya Pengetahuan Dasar Umum
Ok, mungkin kalau baca filsafat dan sastra terlalu berat, namun buku-buku atau artikel-artikel mengenai pengetahuan dasar nampaknya penting, jadi ketika diajak ngobrol yang agak "lebih berat" bisa ikut menyuarakan pendapat.
5. Olah Raga untuk Otak
Tuhan kasih kita otak kalau ngga dimanfaatkan rasanya kok ngga bersyukur gitu ya, biar otak ngga dingin kasihlah dia ini olahraga. Caranya? Baca buku.
6. Coba Sebutkan Satu Orang Cerdas Yang NGGA BACA? Atau sebutkan negara maju yang indeks bacanya rendah?
Berhenti sampai di sini, saya bersyukur jika tumbuh kesadaran untuk mulai mencoba latihan membaca, jika belum, yasudah saya juga tidak memaksa. Hehehe (Tapi mending cobain dulu, #lohtetepmaksa)
Nah sekarang gimana caranya agar jadi pembaca? Bersiaplah karena as soon as you get used to read and addicted to it, you'll find how amazing it is.
1. Layaknya Membuat Kebiasaan Olahraga
Orang yang tidak terbiasa berolahraga perlu waktu latihan lebih dari satu kali agar punya kebiasaan tersebut, sama halnya seperti membaca. Untuk menjadi pembaca, harus latihan, mulailah alokasikan waktu untuk baca setidaknya satu jam SETIAP HARI. Lakukan setiap hari dan tunjukkan konsistensi, mau masuk mau engga bacaannya, terus saja coba lagi dan lagi.
2. Pilih Dari Topik Buku Yang Disukai
Tidak perlu langsung membaca yang super intelektual, mulai dengan topik-topik yang menarik, bahkan komik juga tidak masalah, lama-lama dari komik lanjut lagi ke novel grafis lalu coba naik tingkat lagi ke buku. Jika punya kendala dengan bacaan panjang coba dulu dengan majalah atau cerpen. Majalah kan sangat beragam tuh temanya, pilih yang disukai. Saya kerap ditanya dan diminta rekomendasi buku, saya agak bingung menjawab karena minat masing-masing orang berbeda, seperti yang saya bahas awal, bahkan pembaca rutin saja punya tema favorit tertentu.
3. Buat Target
Selama belum terbiasa, ciptakan target untuk diri sendiri. Misal, buku ini harus selesai dibaca dalam satu bulan, atau majalah ini habis dibaca dalam dua minggu. Intinya ciptakan target masing-masing dan jadikan challenge untuk diri sendiri.
4. Selalu Bawa Bahan Bacaan Kemana-mana
Mulailah membiasakan diri membawa buku, saat ada waktu luang daripada bengong coba baca. Saat break makan siang, saat menunggu. Seimbangkan antara memegang handphone dan memegang buku.
5. Ketika Membaca Cobalah Mem-visualisasikan Setiap Kalimat di Dalam Benak
Mirip seperti ngehayal hayal gitu, bedanya menghayalkan apa yang terjadi di dalam buku. Misal:
Rumah itu sunyi-senyap (langsung bayangin ada rumah berdiri dan ngga ada suara apa-apa di dalem rumahnya), hanya sesekali terdengar suara batuk yang lemah dan tersendat-sendat dari kamar ayahnya yang telah lanjut (woh ada bapak-bapak di kamar lagi batuk, mungkin bapak itu lagi sakit, bapaknya mungkin udah tua, bapaknya rambutnya putih). Hari itu hari perkawinan Wang Lung (oooh ada orang namanya Wang Lung, dia mau nikah, ciyeee)
Buat semua hayalan itu di dalam kepala, seperti melihat langsung kejadian yang ada di buku, kalau perlu berhenti setiap membaca satu kalimat untuk membayangkan lebih dulu bagaimana kejadiannya. Lakukan terus begitu sampai secara tidak sadar otak dengan sendirinya membayangkan setiap kejadian.
6. Jangan Berhenti
Awalnya mungkin lelah, beberapa kali mengalami kebosanan, atau beberapa kali membaca serasa menyiksa. Sama seperti olahraga, awalnya akan merasa sangat lelah dan menyiksa tapi hasilnya untuk badan akan terasa enak sekarang maupun di kemudian hari. Membaca pun begitu, hasilnya akan terasa lama kelamaan.
Membiasakan hal baru yang bermanfaat tidak ada salahnya. Mumpung masih bisa, mumpung masih hidup, dan hidup manusia bukannya cuma sekali kan?
Lama kelamaan kosa kata dan pengetahuan akan bertambah, kita jadi punya argumentasi berisi terhadap berbagai hal dan isu, selamat mencoba kebiasaan baru!
Sebelumnya saya tidak mempunyai latar belakang penelitian komprehensif dan ilmiah apapun tentang fenomena ini namun saya berusaha agar tulisan ini seinformatif mungkin.
Pertama-tama saya mungkin dikenal oleh orang-orang di sekeliling sebagai pembaca rutin buku dan saya akui buku salah satu hal wajib yang selalu saya bawa kemana-mana disamping dompet dan handphone, saya juga membaca setidaknya satu jam setiap hari.
Saya tak punya masalah dengan buku, saat kecil setiap ulang tahun atau kenaikan kelas ayah saya sering membawa saya ke toko buku dan membebaskan saya untuk memilih buku yang ingin saya beli. Saya tumbuh dan banyak bermain di toko buku. Entah bagaimana saya juga tidak punya masalah melihat kertas berisi kata kata banyak itu lama-lama dan benak saya juga memproses imajinasi dengan cukup baik. Buku bacaan yang saya baca memiliki periode-periode tertentu.
Saat saya TK hingga SD kelas 6 saya membaca buku-buku dongeng karya Hans Christian Andersen, saya juga membaca Lima Sekawan selain itu berlangganan rutin majalah Bobo yang selalu saya lahap habis setiap artikelnya dan selalu saya tunggu-tunggu kedatangannya.
Memasuki masa SMP saya banyak menghabiskan waktu di tempat penyewaan komik, saya membaca komik cukup banyak hingga bahkan ada satu tempat penyewaan komik dekat rumah saya yang sudah hampir saya baca semua koleksinya, SMP juga diisi dengan teenlit-teenlit yang jika saya baca sekarang giung sekali seperti gula terlalu banyak. Hehe
Memasuki masa SMA saya masih membaca buku-buku kisah cinta ringan, lalu mulai mencoba fantasi serta membaca majalah remaja serta fashion. Konsistensi membaca juga tidak serutin sekarang, ada bulan-bulan di mana saya tidak membaca sama sekali. Saat awal kuliah bahan bacaan saya tidak terlalu meningkat signifikan, bahkan pada saat mata kuliah literatur Jerman saya belajar asal-asalan (sampai sekarang masih menyesal). Turning point saya adalah ketika semester akhir kuliah saya tidak sengaja membaca buku Sang Guru - Kahlil Gibran terselip di perpustakaan sekolah tempat saya praktek mengajar, jiwa kecil-senang-membaca saya yang terkubur jauh ke dalam seperti di hidupkan kembali.
Lalu saat itu entah kenapa saya juga dipertemukan dengan komunitas film yang di mana ketuanya sangat menggemari membaca, ketika beliau tahu saya suka baca, saya lalu direkomendasikan banyak buku-buku dahsyat. Sejak saat itu konsistensi membaca saya semakin meningkat hingga saat ini.
Di dalam komunitas tersebut saya bertemu orang-orang yang kebanyakan memang pembaca buku, lalu saya tanya satu persatu. Ketua komunitas memang menyukai baca sejak kecil, seperti saya, maka saya tidak heran. Lalu ada kawan-kawan lain, yang memulai membaca pada saat sudah dewasa. Saya pelajari mereka.
Garis besar dari para pembaca dewasa, mereka memiliki kesenangan genre membaca masing-masing. Ada yang filsafat, ada sejarah, ada fantasi, ada roman. Ada juga pembaca segala, macam saya. Hehe
Beberapa membaca karena awalnya merasa sadar dan harus (memaksakan diri untuk membaca) lalu lama kelamaan dia malah jatuh cinta pada buku dan tak pernah putus bacaan.
Beberapa membaca karena sebenarnya saat kecil memiliki jiwa tertarik pada tulisan, (yang saya alami juga) salah satunya adalah ketika kecil secara tidak sadar menggemari segala bentuk kalimat baik yang ada di iklan, di billboard raksasa, di spanduk bahkan di kemasan-kemasan snack. Saya baru menyadarinya ketika kawan saya bercerita seperti itu, saya jadi ingat media yang pertama kali bisa saya baca adalah koran, bukan buku pelajaran membaca.
Setelah itu beberapa orang bertanya bagaimana caranya agar memiliki kesenangan membaca? Mereka ingin sekali memiliki minat baca dan tidak mengantuk jika diperlihatkan tulisan. Saat ditanya mengenai hal ini saya menganggapnya hanya pertanyaan basa basi, namun belakangan makin banyak orang yang bertanya sama saya caranya biar suka baca. Hmmmh demi kemajuan bangsa Indonesia saya berpikir dengan keras solusinya. (Baaah macam pahlawan)
Sebelumnya, minat baca di negara tercinta ini (iya gitu cinta?) memang rendah, terlihat dari kejadian sehari-hari saja misal, saya punya kebiasaan bawa-bawa buku kemana-mana, di saat sedang menunggu antrian, menunggu teman atau ada waktu luang di sela-sela istirahat saya otomatis akan membuka buku dan asik sendiri. Saya sampai bikin ikrar, kalau datang ke tempat-tempat yang musti ngantri macam Bank, Lembaga Pemerintah, Rumah Sakit atau apapun dan ada satu aja orang baca buku akan saya ajak ngobrol (kalau ganteng saya pacarin) #apasih. Tapi hingga tulisan ini dibuat ku tak pernah menemukan.
Tahun 2011 UNESCO melakukan survey dan indeks membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 yaitu hanya 1 DARI 1000 ORANG PENDUDUK INDONESIA YANG MEMILIKI MINAT BACA TINGGI. Pantesan aja beuh para pembaca ini makhluk langka. Apalagi pembaca yang ganteng. #terusaja. Ini beberapa cowo kece yang fotonya didapat dari google dan seksi luar biasa ketika baca buku. Elvis aja suka baca!
Dan buat cewe-cewe betapa akan menjadi tambah keren, tidak hanya cantik tapi berwawasan.
Ceritanya nunjukkin foto-foto di atas biar kabita. #semoga
Terus terus emang membaca itu penting? Buat apa sebenernya punya minat baca?
Motivasi awal untuk menumbuhkan minat baca salah satunya adalah memiliki pemikiran bahwa membaca itu penting. Jangan jauh-jauh deh buat masa depan bangsa Indonesia yang kayanya ketinggian, buat diri sendiri dulu aja. Beberapa alasan kenapa membaca itu bermanfaat (berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa artikel):
1. Latihan imajinasi. Membebaskan Pikiran.
Orang yang memiliki imajinasi tinggi lebih kreatif dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, pikiran yang dibebaskan membuat otak menerima pengetahuan lebih mudah. Imajinasi tinggi juga secara tidak sadar bikin kita punya solusi yang tidak orang lain pikirkan dan siapa tau dapat membantu orang.
2. Open Minded.
Terbiasa membebaskan pikiran membuat kita juga lebih open minded dan terbuka terhadap segala sesuatu, pikirannya ngga sempit, tidak terbagi-bagi dikotomi-dikotomi tertentu. Lebih bisa memandang manusia sebagai manusia, lebih mencoba melihat segala sesuatu dari berbagai sisi (ngga hanya dua sisi, bahkan sampai 10 sisi)
3. Ngga Gampang Di Begoin
Jarang baca buku membuat pikiran dan mental tidak terlatih dalam menerima informasi yang semakin banyak-transparan-cepat ini, kalau uda sering baca terbiasa untuk ragu dan lebih waspada.
4. Punya Pengetahuan Dasar Umum
Ok, mungkin kalau baca filsafat dan sastra terlalu berat, namun buku-buku atau artikel-artikel mengenai pengetahuan dasar nampaknya penting, jadi ketika diajak ngobrol yang agak "lebih berat" bisa ikut menyuarakan pendapat.
5. Olah Raga untuk Otak
Tuhan kasih kita otak kalau ngga dimanfaatkan rasanya kok ngga bersyukur gitu ya, biar otak ngga dingin kasihlah dia ini olahraga. Caranya? Baca buku.
6. Coba Sebutkan Satu Orang Cerdas Yang NGGA BACA? Atau sebutkan negara maju yang indeks bacanya rendah?
Berhenti sampai di sini, saya bersyukur jika tumbuh kesadaran untuk mulai mencoba latihan membaca, jika belum, yasudah saya juga tidak memaksa. Hehehe (Tapi mending cobain dulu, #lohtetepmaksa)
Nah sekarang gimana caranya agar jadi pembaca? Bersiaplah karena as soon as you get used to read and addicted to it, you'll find how amazing it is.
1. Layaknya Membuat Kebiasaan Olahraga
Orang yang tidak terbiasa berolahraga perlu waktu latihan lebih dari satu kali agar punya kebiasaan tersebut, sama halnya seperti membaca. Untuk menjadi pembaca, harus latihan, mulailah alokasikan waktu untuk baca setidaknya satu jam SETIAP HARI. Lakukan setiap hari dan tunjukkan konsistensi, mau masuk mau engga bacaannya, terus saja coba lagi dan lagi.
2. Pilih Dari Topik Buku Yang Disukai
Tidak perlu langsung membaca yang super intelektual, mulai dengan topik-topik yang menarik, bahkan komik juga tidak masalah, lama-lama dari komik lanjut lagi ke novel grafis lalu coba naik tingkat lagi ke buku. Jika punya kendala dengan bacaan panjang coba dulu dengan majalah atau cerpen. Majalah kan sangat beragam tuh temanya, pilih yang disukai. Saya kerap ditanya dan diminta rekomendasi buku, saya agak bingung menjawab karena minat masing-masing orang berbeda, seperti yang saya bahas awal, bahkan pembaca rutin saja punya tema favorit tertentu.
3. Buat Target
Selama belum terbiasa, ciptakan target untuk diri sendiri. Misal, buku ini harus selesai dibaca dalam satu bulan, atau majalah ini habis dibaca dalam dua minggu. Intinya ciptakan target masing-masing dan jadikan challenge untuk diri sendiri.
4. Selalu Bawa Bahan Bacaan Kemana-mana
Mulailah membiasakan diri membawa buku, saat ada waktu luang daripada bengong coba baca. Saat break makan siang, saat menunggu. Seimbangkan antara memegang handphone dan memegang buku.
5. Ketika Membaca Cobalah Mem-visualisasikan Setiap Kalimat di Dalam Benak
Mirip seperti ngehayal hayal gitu, bedanya menghayalkan apa yang terjadi di dalam buku. Misal:
Rumah itu sunyi-senyap (langsung bayangin ada rumah berdiri dan ngga ada suara apa-apa di dalem rumahnya), hanya sesekali terdengar suara batuk yang lemah dan tersendat-sendat dari kamar ayahnya yang telah lanjut (woh ada bapak-bapak di kamar lagi batuk, mungkin bapak itu lagi sakit, bapaknya mungkin udah tua, bapaknya rambutnya putih). Hari itu hari perkawinan Wang Lung (oooh ada orang namanya Wang Lung, dia mau nikah, ciyeee)
Buat semua hayalan itu di dalam kepala, seperti melihat langsung kejadian yang ada di buku, kalau perlu berhenti setiap membaca satu kalimat untuk membayangkan lebih dulu bagaimana kejadiannya. Lakukan terus begitu sampai secara tidak sadar otak dengan sendirinya membayangkan setiap kejadian.
6. Jangan Berhenti
Awalnya mungkin lelah, beberapa kali mengalami kebosanan, atau beberapa kali membaca serasa menyiksa. Sama seperti olahraga, awalnya akan merasa sangat lelah dan menyiksa tapi hasilnya untuk badan akan terasa enak sekarang maupun di kemudian hari. Membaca pun begitu, hasilnya akan terasa lama kelamaan.
Membiasakan hal baru yang bermanfaat tidak ada salahnya. Mumpung masih bisa, mumpung masih hidup, dan hidup manusia bukannya cuma sekali kan?
Lama kelamaan kosa kata dan pengetahuan akan bertambah, kita jadi punya argumentasi berisi terhadap berbagai hal dan isu, selamat mencoba kebiasaan baru!









Comments
Post a Comment
Thankyou for your comment. I will also visit your blog. Keep writing and reading.