Tenaga Pendidik dan Feedback, Komponen Penting dalam Pendidikan (Mengacu pada Penelitian Meta Analisis John Hattie)


Pada tahun 2008 seorang Profesor dalam bidang edukasi di Universitas Melbourne mengeluarkan sebuah hasil penelitian meta analisis mengenai efektifitas serta berbagai variabel penyebab sebuah kesuksesan tercapainya tujuan pendidikan. Sang peneliti Professor John Hattie mengeluarkan sebuah buku berjudul „Visible Learning“ berdasarkan lebih dari 800 meta analisis, 90.000 penelitian dengan lebih dari 1,4 miliar pelajar sebagai sampel penelitian. Jika masih asing mengenai apa itu penelitian meta analisis, definisi sederhananya yaitu sebuah rangkuman penelitian statistik berdasarkan pengumpulan data. Bisa dikatakan meta analisis adalah penelitian literatur yang bersifat sistematis. Hattie menyimpulkan hasil-hasil penelitian dari berbagai jurnal ilmiah di dunia pendidikan dengan hasil yang mencengangkan.

Apa yang dibicarakan para pakar selama ini, bagaimana metode pembelajaran yang tepat, bagaimana menghadapi kelas yang heterogen atau sistem pendidikan mana yang baik dan lebih efektif, media pembelajaran apa yang dapat lebih signikan membantu pelajar mencapai tujuan pendidikannya dan masih banyak dialektika akademisi edukasi lain. Semua hal tersebut adalah berbagai topik di permukaan yang sebenarnya berpengaruh sedikit pada kesuksesan pelajar dalam pembelajaran. Hattie tidak mengatakan bahwa penelitian-penelitian tersebut sama sekali tidak menolong atau tidak efektif, dia menekankan bahwa sebaiknya banyak lapisan akademisi yang mulai berpikir mengenai apa yang benar-benar berpengaruh besar menurut penelitian meta analisisnya. Dia membagi aspek ke dalam berbagai indikator daftar tingkatan elemen mana yang memiliki pengaruh positif kuat hingga pengaruh negatif. Hasilnya beberapa tema seperti kurikulum terbaik, berapa jumlah siswa dalam satu kelas yang optimal, cara belajar, instruksi individu dan menggunakan internet serta teknologi sebagai media pembelajaran masuk ke dalam zona yang tidak terlalu signifikan membantu siswa.

Penelitian meta analisis Hattie cukup membuat banyak akademisi terhenyak.

Jadi apa yang menurut Hattie berpengaruh besar? Dari beberapa unsur yang disampaikan dalam bukunya, di artikel ini hanya akan secara lebih spesifik membahas beberapa poin saja.

Tenaga Pendidik Adalah Pengaruh Terkuat.


Implementasi sederhananya yaitu ketika di dalam pemikiran tenaga pendidik ada sebuah kesadaran bahwa sebagai seorang evaluator dia terus mengevaluasi kemajuan serta proses yang terjadi tidak hanya pada siswanya namun juga pada dirinya sendiri.

Guru melihat nilai akhir siswa sebagai feedback pada keberhasilannya, sebagai nilai pula pada kiprahnya. Tenaga pendidik mengerti bahwa dirinya adalah elemen pengaruh yang signifikan.

Maka dari itu baiknya para pendidik saling menyampaikan evaluasi profesionalitasnya sebagai tenaga ahli pendidikan juga mendiskusikannya. Poin ini menjadi hal yang problematis, karena saling memberikan feedback atau evaluasi cara mengajar, cara berkomunikasi maupun menjalankan sistem pembelajaran yang menurut masing-masing tenaga pendidik baik adalah hal yang sulit, tidak hanya di Indonesia namun juga di negara-negara lain. Masih sedikit kebiasaan yang dibangun untuk saling berkolaborasi maupun berinteraksi serta terbuka terhadap kritik.

Bahkan di negara seperti Jerman, secara statistik menjelaskan bahwa sebagian besar tenaga pendidik mengacu pada perasaan serta pengalaman untuk implementasi mereka mengajar, bukan mengacu pada penelitian empiris. Masing-masing memiliki argumentasi bahwa caranya adalah yang terbaik, dengan alasan setiap kelas dan siswa memiliki latar belakang sosial kebiasaan yang berbeda atau alasan lain adalah pengalaman tahunan yang menghasilkan dampak yang tidak buruk.
Padahal menurut Hattie pengalaman mengajar bertahun-tahun bukan jaminan seorang guru secara profesional menjalani pekerjaan sebagai tenaga ahli pendidik.
Budaya para pendidik untuk saling berdiskusi mengenai cara mereka mengajar bukan menjadi hal yang lumrah. Yang bisa ditangkap dari apa yang dimaksud Hattie sebenarnya adalah kesadaran penuh para pendidik bahwa dirinya adalah faktor terpenting dalam situasi belajar siswa. Minimal pendidik memiliki pemikiran mengenai

„Apa dampak yang saya berikan untuk siswa sebagai pendidik?“.

Ketika kesadaran dan pertanyaan ini menjadi sudut pandang yang dipegang oleh tenaga pendidik, maka dorongan untuk selalu mengevaluasi diri akan meningkat. Elemen-elemen proses edukasi akan pula dipertimbangkan dan dipikirkan, guru memiliki kecerdasan untuk memutuskan sebuah sistem mengajar mana yang sesuai, media apa yang digunakan, atau bagaimana berinteraksi. Guru adalah influencer terbesar.

Menyamakan Hasil. Apakah dampak yang pendidik maksud adalah dampak yang juga diinginkan pelajar?

Ketika kesadaran penuh terhadap dampak begitu kuat, lalu hasil yang bagaimana yang menjadi tujuan proses edukasi?
 Tidak sedikit guru, dosen, tenaga ahli pendidik, kepala sekolah atau petinggi Universitas mengacu pada tujuan pendidikan yang berbeda bahkan bertentangan dengan niat atau intensi para pelajar.

Apa sebenarnya tujuan pendidikan? Kenapa seseorang harus bersekolah? Apa dampaknya? Apakah hasil yang dimaksud hanya sebatas nilai akhir? Atau sebenarnya ada nilai-nilai lain yang lebih penting? Dalam sudut pandang John Hattie, dia menggambarkan poin-poin di bawah ini sebagai tujuan ideal dari kesuksesan proses edukasi:
  •       Siswa dan tenaga pendidik merasa menjadi bagian dari proses belajar. Masing-masing kedua belah pihak berkomitmen penuh pada proses transformasi nilai dan pengetahuan.
  •       Keinginan dan sensasi belajar yang tidak redup.
  •     Keberhasilan dan proses. Tenaga pendidik tahu sejauh mana dampak yang ia berikan dalam proses belajar dan sejauh mana siswa menjalani proses edukasi. Di sisi lain siswa pun memiliki informasi keberhasilan apa yang ingin dia capai dan bagaimana proses yang harus dilaksanakan.
  •        Menghormati diri sendiri dan orang lain.
  •       Mereka ulang kerangka berpikir guru dan siswa untuk sepenuhnya berada di lingkungan belajar mengajar serta memiliki gairah ikut serta ke dalamnya.
  •        Sekolah sebagai tempat yang mengundang keinginan datang untuk belajar sesuatu.
  •        KELAS dan SEKOLAH adalah tempat yang AMAN dan ADIL untuk menjelajah ide.


Tentu saja poin-poin tersebut adalah sudut pandang dari John Hattie sendiri, dan tidak semua tenaga pendidik memiliki pemikiran yang sama. Bisa saja elemen yang penting adalah hanya lulus ujian akhir atau berhasil naik ke tingkat kelas selanjutnya?

Maka dari itu dalam buah pemikirannya Hattie juga menyinggung soal membangun hubungan interaksi kepercayaan positif antara tenaga pendidik dan siswa.

Kebiasaan dialog lebih dikedepankan dan timbal balik hasil terhadap individu diimplementasikan. Siswa diajak untuk memandang sebuah feedback adalah hal yang baik dan kesalahan adalah hal yang disambut sebagai bagian dari proses belajar. Budaya feedback ini tidak hanya untuk sesama tenaga pendidik namun juga ditujukan kepada pelajar.

Bagaimana feedback yang sesuai menurut Hattie?

Yang pertama adalah jelas, terarah, bermakna dan kompatibel dengan pengetahuan siswa sebelumnya, hal tersebut untuk memberikan logika koneksi yang tepat. Diperlukan informasi valid dari pendidik sebesar apa pengetahuan awal siswa dan sejauh mana siswa tersebut maju.

Feedback juga sebaiknya diarahkan pada tingkat yang cocok, sehingga dapat membantu siswa untuk memahami, melibatkan, atau mengembangkan strategi yang efektif dalam memproses informasi yang dimaksud. Diharapkan tenaga pendidik paham karakteristik dan tingkat kedewasaan dari masing-masing siswanya.

Hasil dari data-data feedback selanjutnya dikombinasikan dengan instruksi yang efektif di kelas, dan fokus pada apa yang sedang dipelajari (mengacu pada niat belajar) serta bagaimana siswa melaksanakannya (mengacu pada kriteria keberhasilan).

Kriteria keberhasilan dijelaskan di awal dalam proses dialog. Ketika siswa melakukan pembelajaran iringi dengan memberikan informasi tentang bagaimana dan mengapa siswa telah atau belum memenuhi kriteria tujuan pembelajaran yang disepakati. Akan tetapi tentu jika hasil tidak sesuai dengan target tujuan pendidikan baiknya tenaga pendidik memberikan strategi untuk membantu siswa meningkatkan prestasinya.

Dapat disimpulkan peran feedback dalam komponen-komponen yang diutarakan Hattie itu penting.  Tidak hanya timbal balik antar tenaga pendidik namun juga terhadap siswa.

Meningkatkan suasana diskusi dan berdialektika dijadikan kebiasaan.

Feedback juga sebaiknya dilakukan secara verbal sebagai perbincangan dengan atmosfer yang positif serta membangun.

Rujukan:
Landasan Teori Meta Analisis
Summary Of John Hatties Book Visible Learning
Education Week Youtube Channel: John Hattie on the Educator Mind Frame and Why It Matters
Hattie, John. (2003) Teacher Make a Differences. What is the research Evidence?, [online] https://research.acer.edu.au/cgi/viewcontent.cgi?article=1003&context=research_conference_2003. Australian Council Of Educational Research

Comments