Asian-African Student Conference day-1

Awalnya saya menganggap bahwa konferensi ini biasa saja, tidak berekspetasi terlalu tinggi, dan jujur saya baru pertama kali datang ke sebuah konferensi berskala internasional. Namun setelah 4 hari terlalui apa yang saya dapatkan lebih dari apa yang saya bayangkan. IT WAS SOOO FUN!



Oh ya, sebulan sebelum konferensi saya sudah mengirim sebuah essay sebagai syarat menjadi delegasi, saya sendiri diminta oleh pihak museum untuk mewakili komunitas LayarKita sekaligus mewakili Indonesia.

Sehari sebelumnya ketika saya sedang menghabiskan waktu di kawasan Palasari ada telefon masuk ke handphone, ternyata itu dari pihak museum, saya diminta segera membalas email yang mereka kirim. Memang dalam 2 hari ini saya tidak membuka email saya di laptop dan entah kenapa email tidak masuk ke handphone saya. Dengan segera saya mencari warnet dan ternyata itu adalah email formulir kebutuhan yang harus saya isi, di dalam email juga terdapat rundown acara dan prosedur konferensi.



Sesampainya saya di rumah saya masih bingung dan bengong saya harus ngapain. Saya akhirnya baca prosedur konferensi dan modul persiapan sebanyak 20 lembar itu dengan seksama. Inti yang dapat saya tangkap adalah kami akan membuat sebuah draft communique. Apa itu draft communique? Googling ya yang belum tau.

Rabu, 29 April 2015

Hari ini saya diminta untuk datang dan check in di Fave hotel Braga dari pukul 1 siang hingga pukul 4 sore. Belakangan saya tau panitia menyiapkan 3 hotel untuk delegasi, selain Fave ada Gino Feruci dan juga Savoy Homann. Ketika datang saya langsung registrasi ulang dan diberi kunci kamar. Kamar saya nomor 260 dan roomate saya belum datang. Selesai check in saya diperbolehkan untuk makan siang dahulu, saat makan siang saya berkenalan dengan teman-teman berbagai negara. Namun pembicaraan paling seru saya adalah bersama Sanju delegasi dari Nepal. Respon refleks saya waktu denger Sanju dari Nepal saya langsung sampaikan turut berduka cita dan menanyakan bagaimana keluarganya. Alhamdulillah keluarga Sanju selamat. (Acara AASC berlangsung di bulan yang sama dengan tragedi gempa bumi di Nepal yang menewaskan hampir 8800 jiwa http://en.wikipedia.org/wiki/April_2015_Nepal_earthquake )

Sanju cerita mengenai pengalaman dia saat pertama kali datang ke Indonesia dan mendarat di Soekarno Hatta airport, banyak yang mengira Sanju ini orang Indonesia karena memang mukanya dia kaya orang Jawa. Padahal waktu pertama datang dia sama sekali nggak bisa bicara bahasa Indonesia. Kata pertama yang dia tau adalah "TERUS", karena ketika dia menanyakan satu hotel ke seseorang, orang tersebut bilang "Terus saja terus" sambil menunjuk arah. Sampai sekarang saya masih ingat ekspresi Sanju saat cerita: "What's the meaning of terus?" Sanju juga cerita ketika dia belum belajar banyak bahasa Indonesia orang-orang selalu bertanya dengan menggunakan bahasa Jawa sama dia. Tapi keuntungannya punya muka Jawa banget adalah ketika sudah bisa berbicara bahasa Indonesia sedikit dia bisa dapat diskon kalau beli barang. (Sanju pinter nawar barang, terakhir ketemu dia, dia abis beli sepatu dengan harga 50rb doang) Hahaha

Pukul 4 sore akhirnya saya beristirahat dulu di kamar dan memutuskan untuk mandi sebelum pergi ke Welcoming Dinner Party. Kami delegasi diminta berkumpul pukul 5 sore di lobi Hotel. Saya akhirnya ketemu roomate saya namanya Anja, delegasi dari Madagascar. Anja sendiri sibuk latihan nari karena saat dinner nanti dia bakal tampil bareng temen-temen delegasi Madagascar lain. Saya hanya berbincang sedikit dengan Anja dan bahasa Indonesia dia sudah lancar.

Setelah dandan cantik akhirnya saya turun ke lobi dan sudah banyak delegasi-delegasi lain menunggu. Saya lalu duduk di sofa lobi sambil baca koran. Ternyata orang-orang sekeliling saya yang ada di sofa semuanya delegasi dan masuk Komite 1, which is komite saya juga. Darisitu akhirnya saya bareng-bareng mereka terus kebanyakan.

Kami semua bersama-sama jalan kaki ke Gedung Merdeka, jaraknya tidak terlalu jauh dari Favehotel Braga. Akhirnya berangkat menuju Hotel Papandayan untuk welcoming dinner party.

Saat perjalanan di bus saya ketemu dengan banyak orang dan kenalan dengan banyak orang. Sampe susah banget buat menghapal, maka dari itu setelah berkenalan saya biasanya mengulang-ngulang lagi nama mereka agar tidak lupa.

Sesampainya di Hotel Papandayan, kita tidak langsung masuk ballroom, kami dibiarkan dahulu agar berbaur dan lebih banyak berkenalan. Disinilah ternyata semua delegasi dari beberapa hotel tempat menginap disatukan. Uda ngga kehitung kenalan sama berapa orang sampai pusing sendiri. Daripada saya banyak kenalan-kenalan tapi ngga ada kualitas obrolannya. Saya memilih untuk ngobrol dengan beberapa orang saja tapi jelas.

Masuk ballroom acara dimulai dengan sambutan dan toast. Lalu setelah itu baru ada penampilan-penampilan kesenian. Roomate saya Anja tampil menarikan tarian Madagascar. Ada penampilan dari rampak kendang terakhir ada raggae. Kebanyakan waktu disana saya habiskan dengan berburu makanan, ngobrol dan foto foto atau cari tempat duduk gara-gara standing party, kasian kaki uda pegel banget. Makanannya enak-enak, suasana seru dan pulang dengan perut kenyang. Sekitar pukul 10 malam saya sampai di kamar. Besok, konferensi sesungguhnya akan dimulai. Apa yang terjadi?



 Temen-temen dari berbagai negara di Afrika lagi rapat


 Princess feat Sanju Singh


Partner berburu makan, Veikko

Hari ke dua saya lanjut di episode berikutnya...

XOXO
Runi Rachmalina


Klik link di bawah ini untuk mengetahui pengalaman saya di hari kedua:
asia-africa-student-conference-day-2



Comments

  1. salam buat Veikko... *salah fokus*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Siap, emang dia suka bikin salah fokus orang terutama kaum wanita.

      Delete

Post a Comment

Thankyou for your comment. I will also visit your blog. Keep writing and reading.